Selasa, 31 Januari 2012

Surat di Hari Ke-Tiga Puluh Satu

Seperti dalam akuarium,
yang tindih menindih kantong gelembung udara,
yang menjadikan tiap tiap kehidupan,
berada dalam rengkuhan alamnya.

Kecuali paus,
yang menari dilaut lepas,
dan mengingat burung yang bebas dilangit luas.
Yang dia butuh hanya naik kepermukaan air,
agar oksigen sampai ke otaknya.

Setitik hal tidak pernah semudah angin,
dan tidak pernah sesepele tanah.
Tidak pernah sesimpel kekecewaan,
tidak juga mengenai kesakitan.

Kita hanya berhak,
memilih dan mengambil sikap,
ambil bendera putih,
dan nyatakan menyerah padamu, Benar!



Saya seperti orang bodoh saja yang selalu menunggu,
Pinggir Ibukota, Januari akhir 2012
Paus

Senin, 30 Januari 2012

Kotak

Kotakku kotak kotak
kotaku kotak
otakku kotak
kukotakkan otak

dikota kotak
kotak kotak dikota
otak dikota kotak kotak
kotak kotak otak otak

otak atik kotak
kotak atik atik otak
mengotakatikkan kotak
diperotakatikkan kotak

Kamu lucu, pantas ditertawakan.


Pesan otak,
Pinggir Ibukota, Januari akhir 2012
Paus

Jumat, 27 Januari 2012

Paus dan Cerita Pengertian

Paus ini bukannya jengah,
bukannya lelah,
Paus ini hanya bertanya.

Apa maksudnya maksud?
Hanya malas mengerti

Bukannya kita juga tahu bahwa hujan adalah air?
Bukannya kita juga tahu bahwa siang itu terang?

Keyakinan ini justru jadi bumerang,
dan Paus ini mimpi (lagi).
Tentang kamu,
tentang pikirannya.

Paus ini justru malas untuk tahu,
dan Paus ini tidak begitu tertarik (lagi).
karena setidaknya kamu tahu bahwa Paus ini,
mencintai kamu,
hanya seperti menikmati hujan turun dari jendela,
seperti malam ini.



Mimpi (Lagi) begini juga tidak pernah suka,
Pinggir Ibukota, Januari akhir 2012
Paus

Selasa, 24 Januari 2012

Pangeran Rusa dan Lembayung Senja

Rusa dikuning
Rusa diorange
Rusa dimerah

              Rusa dihijau
              Rusa dihitam
              Rusa dibiru

                              Rusa didalam
                              Rusa diluar
                              Rusa disamping
                              Rusa didepan

Rusa liar! Suka!

 
Mengertilah dengan pengertian sendiri,
Pinggir Ibukota, Januari akhir 2012
Paus selalu s.u.k.a

Sabtu, 21 Januari 2012

Catatan Mimpi Kepada Benar

Benar, kemarin lusa saya bermimpi.
Tentang kamu.
                   Tentang bagaimana mata,
mata,
            mata,
                         mata,
                                           itu melihat saya.

Benar, saya bermimpi.
Burung gagak hitam, pergi mendekat.
Saya benar diliputi ketakutan sampai sekarang,

                                Jika memberi kesempatan saja sudah tidak bisa,
                                jika ingin pergi,
                                jika terobsesi,
                                jika ingin bebas,

saya tetap baik karena saya tahu,
saya hanya ingin kamu berkata dalam hati,
                      perempuan ini mencintai saya seperti mencintai alam.



Catatan mimpi kepada benar,
Pinggir Ibukota, Januari menganggur 2012
Paus naik sapu.

Senin, 16 Januari 2012

Menang Kalah Sama Saja

Kita tidak usah merasa malu,
walau hati busuk, kita tetap pakai baju.

Kita tidak perlu merasa sungkan,
walau sopan hilang, kita tetap punya ijazah.

Kita juga tidak perlu kecil hati,
walau sombong, kita tetap punya mobil mewah bermilyar.

Mari berhitung!
Berapa kali pura pura ikhlas?
Berapa kali sok tegar?

Yang disadari,
setiap orang punya topeng,
yang berubah hanya menurut keadaan.

Mari berhitung!
Berapa kali pungkiri perasaan?
Berapa kali kalah karena ego?
Orang munafik adalah orang yang melakukan sesuatu,
yang tidak selaras dengan apa yang diyakininya.
         Saya dan kamu patut malu,
         mari duduk berjam - jam dan berkaca!




Lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan - (Soe Hok Gie)
Kota Imaji, Januari 2012
Paus

Minggu, 15 Januari 2012

Kutenang

Kalau bertemu Dia,
mau ditaruh mana muka?
Sesungguhnya tidak pernah bisa bersembunyi.
Semua tidak luput dari mata.

Bahkan udara,
yang tidak berruang dan berbau.
Bahkan amuba,
bahkan sel inti.

Kita ragu,
karena tidak percaya bukannya?
Dialah satu satunya yang sangat sederhana.
Saya sangat mencintai Dia apa adanya saja.

      Setiap malam, saya bisa tidur dengan hangat,
      karena tahu Dia juga mencintai saya apa adanya dari sana.


Lingkupiku,
Pinggir Ibukota, Januari tengah 2012
Paus


Jumat, 13 Januari 2012

Kamu Hanya Butuh Kaca Spion



Hujan menutupi pandangan saya,
air langit itu terus jatuh,
sangat deras, 
dan memaksa mata untuk fokus pada dirinya.


Kamu duduk diam disudut merah,
mengerang sakit, saya tahu kamu berontak.
Bukannya tidak nyaman akan diri sendiri?
Saya baca sikap, tapi saya tidak pernah suka mengira- ngira.


Hujan memaksa saya untuk tetap diam ditempat,
dan dada tetap ingin pecah.
Sikap pura pura wajar yang selalu dimainkan lakon manusia normal,
dan senyum pahit sangat kaku, saya amati ada pada sudut merah.


           Lelaki bodoh dan berkumis tipis,
           suka ya suka, begitu saja besar kepala.
           Apa yang bisa kamu banggakan dari menjadi sombong?
           Benci ya benci, begitu saja sudah lupa.


Seperti majas hiperbola,
sikap wajar saya, kamu artikan berlebihan.
Kenapa hobbi sekali menipu diri sendiri?
Sikap wajar saya, kamu pikirkan sampai tidur.


Baik kalau berontak,
tapi orang seperti kamu, tidak mungkin jadi seniman,
jangankan untuk menghargai karya seni,
menghargai orang lain saja kamu tidak bisa.


            Saya sarankan jadilah pejabat, 
            karena cocok dengan kepribadian kamu.
            Manusia sombong, dengan embel embel intelektual.




Kehilangan satu dua orang seperti kamu,
justru menguntungkan untuk saya.




Untuk bersikap pura - pura wajar saja kamu tidak bisa,
Kota Imaji, Januari tengah 2012
Paus

Minggu, 08 Januari 2012

Kita

Ternyata kita,
hanya sekumpulan angin yang berputar didalam perut,
dan siap meledak suatu saat.

Sabtu, 07 Januari 2012

Diskusi Tiga Bayangan

I.

 1 : Menurutmu?//
 2 : Hilang//
 3 : Berhenti//


II.

 1 : Baiknya berjalan, bukannya?//
 2 : Merepotkan//
 3 : Memang siapa yang mau lelah?//


III.

 1 : Memangnya hilang ya?//
 2 : Diujung/ mau jalan sampai kapan memangnya?//
 3 : Perasaan saya nggak enak/ apa ada yang lain selain kita?//


IV.

 1 : Apa hari sudah pagi?//
 2 : Sisa mabuk semalam bukannya?//
 3 : Apa kita ini bugil?//


V.

 1 : Memang kita punya malu?//
 2 : Ada di laci kamar//
 3 : Persediaannya masih banyak?//


VI.

 1 : Badan berontak//
 2 : Salahnya//
 3 : (Bungkam)//


VII.

 Nyata : Bayangan merah hilang kemarin, menghalau segala keiyaan/
            saya benar tidak tahu caranya bersikap wajar/ tetapi lelaki
            sombong bodoh dan penuh basa basi seperti kamu pantasnya mati//




Kota Imaji, dini hari Januari 2012
Paus

Rabu, 04 Januari 2012

Mrgavyadha

Mrgavyadha, apa kamu tahu?
Seumur hidup, saya adalah orang yang tidak sabar.
Tapi akan saya kerahkan seluruh tenaga,
untuk mengumpulkan kesabaran yang tersisa,
untuk menunggu kamu.

Mrgavyadha, apa kamu mengerti?
Saya hanya terlalu sensitif,
untuk mengetahui segala perubahan yang terjadi pada diri kamu,
dan sikap pura pura wajar itu.

Siapakah sesungguhnya yang dapat membaca hati, Mrgavyadha?
Kita cukup diam amati,
dan maknai semua dalam hati.

Apa itu saya? Apakah kamu?
Tentang kacamata Joplin dan Lennon,
tentang secangkir teh hangat,
tentang coklat,
bahkan rambut itu.

Apakah saya yang sengaja mencari kemiripan?
Saya perjuangkan kamu hanya karena sejalan.


    Cukup berdiri tegak dilangit saja,
    biarkan saya pandangi kamu setiap malam.

    Cukup berjalan saja,
    biarkan saya mengamati punggung kamu menjauh dari saya.

    Cukup duduk, dan merokok saja,
    biarkan saya santai memandangi asap asap yang keluar dari hidung kamu.   

Apakah saya yang sengaja terus mengingat?
Saya simak, dan tahu harus bagaimana,
karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah mengirimkan kamu untuk saya.




Kepada Mrgavyadha, Tetaplah disitu dan jangan kemana- mana.
Kota Imaji, Awal tahun 2012
Paus

Senin, 02 Januari 2012

Abnormal

Kuhirup dalam dalam aroma langit,
karena sisa hujan yang bercampur debu jalanan.
Habiskan berbatang batang amarah,
karena kehancuran laju emosiku.

Kemana perginya perasaan?
Bukannya ini gila?
Katakan! Katakan padaku bahwa aku bahagia.
Sunyi, tidak ada yang menjawab aku.

Bagaimana mungkin bertahan dalam keadaan?
Hatiku letih, seruku.
Tidak ada lagi cerita.
Kalau aku mati sekarang,
mungkin aku akan tersenyum dalam tutupku.

Semua bohong, semua pura pura,
berdecak gelisah dalam kurungan.
Kungkungan sistem ciptaan manusia,
aku tidak pernah bebas dalam tariku,
aku bahkan tidak pernah bernafas lega.

Kita hanya budak budak,
dari apa yang ada, yang akan ada,
Kita bukannya manusia super,
Kita hanya kosong,
Katakan! Katakan pada semua, masing masing kita,
tidak pernah bahagia, sebahagia bahagia sesungguhnya.




Kalau kita mati sekarang, mungkin saja kita benar akan tersenyum,
Kota Imaji, Awal tahun 2012
Paus

Minggu, 01 Januari 2012

Perempuan ini..

Perempuan ini, yang menyukainya dengan perasaan kosong.
Yang membiarkan dirinya hidup tanpa perasaan.
Yang menjebak setiap huruf, kata, dan kalimat,
lalu mengunci.

Perempuan ini,
Apakah yang sebenarnya ia lihat?
Pandangan kuning kosong menghampar terhadap langit,
dan mengendusi udara.
Menciumi pagi dengan seluruh tenaganya.
Lalu apa gunanya pikiran?

Yang semalam hidup karena cahaya dan pesan singkat pertama.
Jujur semua ini membuat gila.
Lalu apa jadinya jika kamu purapura?
Tenaganya habis.

Perasaan suka sederhana,
tanpa syarat,
tanpa embel- embel manusiawi,
seperti hujan hari ini,
kepada Benar saja.
Perempuan ini, tidak sepenuhnya gila.



Kepada perempuan pengembara yang menaiki kuda hitam,
Kota Imaji, Malam pertama bulan pertama 2012
Paus