Minggu, 30 November 2014

Karena Kenyataan Memang Cuma Satu



ternyata benih yang kau tanam di dalam hatiku
memang hanya tumbuh untuk menggerogoti sisa kepecayaanku
kau makani habis!
semua sampai ke akarnya
ketakutanku menjadi kenyataan dalam kepalsuanmu
yang tinggal hanyalah aku meringkuk dalam lemari baju
hidup ini sungguh mengerikan
sebelum mati kau harus menderita karena cinta
pengorbananmu sia-sia
bahagia yang semua serta kemerdekaan yang fiktif
belum lagi kau harus terkena wabah kolera dan sipilis
sepanjang waktumu dihabisi kekhawatiran atas penderitaan
buah dari rasa takutmu sendiri
dunia kehilangan pesonanya
bahkan musik tak lagi mampu meredam amarahku
kubiarkan jendela-jendela tetap tertutup
memori membunuhku dengan perlahan
aku terpenjara dalam dinding-dinding pikiranku
juga disiksa oleh perasaanku yang tak pernah sampai
dengan tulang-tulang yang linu aku membuat sajak
disaat mataku tertutup tak pernah ada lagi padang rumput yang luas
yang dikelilingi batuan dan air terjun berwarna hijau berkilau
yang tinggal hanya tanah tandus
dan pohon-pohon layu yang mati
tak ada kehidupan dalam bawah sadarku
tak pernah kulewatkan semalampun tanpa tangisan
tak kulewatkan hari tanpa mimpi buruk
aku ketakutan setiap hari
aku memikirkan hari ini apa yang akan terjadi pada diriku
setiap hari semenjak mataku terbuka dari tidur
tak sanggup aku menari di tengah hujan
dimana ada tuhan didalamnya
aku tak lagi percaya pada matahari dan semesta
aku hanya merasa ada sesuatu yang ingin tuhan sampaikan
melalui duka dan kekecewaan dalam hidup
aku merasa hidup ini bukan soal penderitaan
bukan soal ambisi-ambisi kebahagiaanmu
apalagi uang
walau pada akhirnya aku hanya akan mati dan membusuk
aku berharap jiwaku bersih daripada dosa
biarlah hanya kata-kata yang hidup
buah dari pemikiran
telur-telur dari sisa penetrasi yang terkontemplasi
dialah yang hidup
sepanjang masa
karena dia bisa melampaui waktu
bisa menyembuhkan luka
dan menjawab resah
tapi jangan sesekali percaya kata-kata
karena dia juga bisa berbohong
aku berharap bisa menyatu dan berdamai dengan luka
agar hilang keakuanku
terima kasih kenyataan!
hanya kamu yang selalu memperlihatkan kebohongan dari kata-kata


Surakarta, 08 November 2014, Pkl.03.51 WIB





Selasa, 04 November 2014

-


Surakarta, 02 November 2014, 04.34 WIB


hingga pada masanya, akan kukerahkan seluruh hidup
untuk membuat orang lain menjadi bahagia
akan aku biarkan kebahagiaan datang karena melihat orang lain tersenyum
bukan karena meninggalkan orang lain hanya demi kebahagiaanku
cinta tak perlu dipaksakan untuk hidup
dan tak perlu dipaksakan untuk mati
akan kubiarkan segala hal berada pada tempatnya
tanpa harus menyakiti siapapun
walaupun harus kukorbankan perasaanku
kita telah lama melihat kekejaman dunia
yang tak akan pernah memahami perasaan
dibiarkannya kita menjadi batu
hanya karena alasan takdir
siapapun yang lelah di luar sana
dan menanggung perih karena kehilangan
juga mereka yang berbahagia
tanpa peduli makna dari memori
aku beritahu kamu
kamu tak pernah sendirian
tak pernah benar-benar sendirian
karena di tempat yang berbeda
waktu yang bersamaan
saat kamu tertawa karena bahagia
aku menangis karena kamu
dan tertawa karena menutupi luka
semoga hidup adalah memang persoalan berkorban demi orang lain
berbahagialah mereka yang menanam dan menuai sesuai porsinya





Batu

Surakarta, 29 Oktober 2014, 21.47 WIB

Sebuah batu duduk dekat jendela
Dia melihat keluar sepanjang hari
Berharap kekasihnya pulang
Batu yang dingin tanpa emosi
Tak pernah marah dan sangat mudah dimengerti
Karena dia hanya diam, diam dan diam
Sedang kekasihnya sibuk memupuk bibit bunga di taman sebelah
Apa yang bisa diharapkan dari sebuah batu?
Kekasihnya meninggalkannya karena kebosanan
Karena tubuh batu yang perlahan mulai terkikis
Karena batu yang juga bosan hidup didalam dirinya sendiri
Batu yang malang
Setelah dia melajang, hari ini dia menjalang
Batu itu menganjali mata kekasihnya
Dan membuat kekasihnya lelah
Batu tak punya jiwa
Raganya kosong
Dia masih melihat ke jendela
Dari dalam kamar yang gelap
Berharap dia dapat keluar dari sana dan menikmati hidup
Tanpa terkurung dalam pesakitannya sendiri
Apa lagi yang dapat membuat dia kuat selain merasa terluka?
Tak pernah ada yang tahu bahwa batu memiliki perasaan
Dalam sadarnya
Dia berharap dapat mencintai kekasihnya dalam kebosanan
Dalam kepedihan dan kelelahan, dalam keputus-asaan, dalam luka
Dia sepenuhnya tahu bahwa mencintai adalah menikmati matahari dari dua sisi
Dimana ada bahagia disana pula luka selalu mengikutinya
Segalanya selalu mudah datang dan mudah pergi
Seperti manusia yang mudah berubah
Karenanya aku lebih memiih untuk menjadi batu
Yang pernah kamu buang ke Laut Selatan
Saat kamu bersama perempuan itu