Senin, 31 Desember 2012

Kado Tahun Baru untuk Seonggok Besi Tua!


kamu seperti Naenia dalam aransemen Napalm Death
mendayu dayu tapi tidak membuat aku ingin menangis
seperti Proggresive Rock yang biramanya tak teratur
dengan tempo yang selalu berubah ubah
hangat matamu seperti mendengar lagu Forever Free-nya W.A.S.P
sangat dalam dan benar- benar menggairahkan
membuat aku tak berkutik dan terus bertanya Hey! Hey! What Can I Do?
seperti kata Led Zeppelin
atau persis seperti manipulasi Nyali dari Naif
mungkin hanya Radiohead yang mengerti All I Need
yaitu Fix You-nya Coldplay
seperti Sigur Ros dari tempat asalnya yang melahirkan musik populis
kaya akan literature tapi juga banyak bermain Rhythm Section
padahal hidup di jaman yang katanya serba superior
dan membudayakan patronase
seperti Jimmy Page yang terobsesi Bert Jansch
yang memadukan akustik, jazz, blues, dan klasik
seperti komposisi manis In My Life -nya The Beatles
seperti juga Chuck Berry yang menginspirasi The Yarbirds dan The Animals
serta mengugah Keith Ricards hingga menjadi gitaris The Rolling Stones
dan bergabung bersama Chess Records
bisa jadi juga nanti seperti Gloomy Sunday atau Shlohmo
yang akhirnya membunuh pikiranku
atau bisa jadi sangat hangat seperti kita sedang menikmati senja di halte bus
dan bersama berlantun Have You Ever Seen The Rain
milik Creedence Clearwater Revival
dan seanggun melodi sinting Frank Sinatra
tapi hatiku kalut saat Mata Berdebu dari Sore
menyadarkan Sebelah Mataku yang bercerita tentang Efek Rumah Kaca
yang dengan bijak mengatakan Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
tapi maaf, aku tetap percaya firasatku









Selasa, 25 Desember 2012

Para Tuan Tanah


aku dibilang bodoh atas sikap
sedang yang lain bilang sinting karena otak
tuan tuan ini lucu sekali
kenapa tidak mengurus tanah dan upeti
malah tetap mengurus orang 
apa aku harus memahami karena tuan seorang manusia?
tuan memperbudak
tuan pula bilang aku binatang
padahal aku belum pernah ke kebun binatang
jangan harap aku berbasa basi
ucapanku tak butuh pertimbangan 
apalagi sikap
kalau tuan saja malas memahami
apalagi aku
apa gunanya mengomentari?
tuan sibuk sendiri
urus saja tanahmu
dan cari uangmu
kita memang persis seekor beruk
hanya saja kita lebih sok tahu