Sabtu, 19 November 2011

Lelaki Gemini

Lelaki Gemini,
Apa kamu tahu kalau saya selalu tertawa,
saat terjadi dialog kecil diantara kita?
dan saya senang bersama kamu.

Saya tidak tahu sejak kapan kita kenal,
dan kamu cerita tentang banyak hal,
termasuk monster sinting yang ada didalam diri kamu,
lalu apa gunanya berdialog, Gemini?
dan saya senang bersama kamu.

Lelaki ini seperti berkaca di cermin ajaib,
satu badan dua jiwa, bahkan lebih,
jika biasan cerminnya semakin banyak.
dan saya senang bersama kamu.

Sepertinya kita memang sulit jujur
berhentilah berkata tidak untuk sesuatu yang sebenarnya iya
dan berhentilah memungkiri diri sendiri
dan saya senang bersama kamu.

Saya lebih senang mengibaratkan dia seperti laut,
itulah mengapa dia seperti berkaca.
tenang tapi menerjang
dan saya senang bersama kamu.

Sangat romantis, dan saya sangat menyukainya.
dia banyak membicarakan tentang hal yang sama,
dan rindu membuncah jika bicara tentang hutan pinus,
dan pasangannya pasti band Islandia.
dan saya senang bersama kamu.

Anehnya pikiran saya berontak ketika saya memikirkan kamu,
karena saya berusaha mencari.
pemaknaan ini sangat naif jika bicara cinta,
lebih dalam dari itu,
lebih dalam hanya untuk sekedar bilang aku mencintai kamu.
dan saya senang bersama kamu.

dan sangat senang melihat kamu tersenyum,



Jujur saya juga mencari, sesuatu yang sangat apa adanya.
Kota Imaji, Dini hari 19 November 2011
Paus selalu ingin naik pegasus

Kamis, 17 November 2011

Puisi untuk Langit

Selamat pagi, Langit!
Saya senang aromamu setiap pagi
Bukannya nikmat mendengar keluh kesah burung,
dan irama tetesan embun?
dan saya menarik nafas panjang, seraya menutup mata.

Selamat siang, Langit!
Saya tidak suka warna kuningmu, ketika hari siang,
panasnya menyengat tulang.
kasihan, daya lindungmu hilang.
dan saya menutupi kepala dengan buku walau tidak setebal 5 cm.

Selamat sore, Langit!
Wajahmu penuh paduan warna yang sangat cantik.
Lalu apa kamu marah?
Saya selalu suka sore,
dan saya sangat mencintai kamu senja.

Selamat malam, Langit!
Dari semuanya, malam adalah wajahmu yang paling romantis
dan saya menikmati wajah ini dengan secangkir teh panas,
gerimis, dan diskusi bersama bayangan Tuan Antilope.




Tuan Antilope yang sangat menarik untuk diperbincangkan,
Kota Imaji, 16 November 2011
Paus ingin naik Pegasus

Selasa, 15 November 2011

Apa yang sering disebut orang dengan telaah akan sesuatu atau seseorang dan bukan tanpa maksud yang berarti katanya.

Namanya Haze,
saya rasa dia orang Jepang,
iya mungkin juga teraduk Indonesia, entahlah!

Katanya dia suka hujan,
beberapa hari ini Kota Imaji juga hujan,
jujur saya teringat Haze.

Beberapa kulit kayu yang basah dan bau hujan bercerita,
barangkali tentang Haze, saya juga tidak menangkap maksudnya
sekali lagi entahlah!

Sepertinya lembut, barangkali juga seperti salju,
nadanya rendah membuat sangat nyaman
barangkali juga sangat tenang

Entahlah!
Katanya jujur juga bagian sifat



Sekedar menulis,
Kota Imaji,
14 November 2011
Paus


Senin, 07 November 2011

Diam

Kita mengaku seni tradisi,
sedang kita melahap segala modernisasi
kita mengaku bergerak,
sedang kita tidak sampai di ekskusi

kita mengaku Indonesia,
sedang kita mengiyakan "what the fuck?"
kita bilang budaya,
sedang ada yang bertanya "dimana etika saya?"

kita buat tembok satu sama lain,
tembok berwarna agama, suku dan kalangan.
yang lebih gila, tembok yang dibuat dengan kuasa,
bernama tembok kepentingan

kita jauh lebih bodoh dari generasi dulu
menutup muka dan merasa malu karena tidak melindungi merauke
seperti naruto melindungi konoha
kita lebih gila, gila uang, gila kursi, dan sekarang gila jiwanya

kata orang besar, diam adalah emas.



Letih berprihatinkah kita?
Kota Imaji, 03 November 2011
Paus