Jumat, 22 Juni 2012

Mantera Manipulasi

(Titit)tititi
    Tipu tipu


Penipu
    tertipu penipuan

(Tiputiputertipupeniputertipu)


    Tipu- tipu- jalan- kanan- penipu- maju- selangkah- tertipu


(Diselaselaselangkanganpenipu)


Diatur penipu
terbuai penipu
penganut penipu
pupupupupu(ting)


(tiputiputiputingmupenipu)

Penipu menipu
penipu tertipu
penipuan!


(Matangankakimulutkupingalishidungjarimunipu)


    Tipu- tipu- jalan- kiri- menipu- mundur- selangkah- penipu


Kuputuskan putar balik saja agar,
penipu tipu tipu
penipu menipu
manipulasi tertipu
penipuan




Kota Bisu, 4 Juni 2012
Paus

Jumat, 15 Juni 2012

Buanglah Harapan pada Tempat yang (Benar)!

Kita selalu ingat,
seribu origami,
yang tahun lalu,
kita rangkai bersama setiap harapan kita,
dan kita gantung pada badan- badan pohon musim kering.

Ya, yang kita andalkan hanyalah harapan.

Kita santai menghadapi masa depan,
hidup sederhana setelah habis mengeja kata.

Kita hidup bersama alam,
pagi datang yang kita dengar hanya detak jantung pohon pinus.
Kita diam dan menutup mata,
serta menarik nafas panjang.

Merokok dari tembakau dan kulit jagung kering,
sambil duduk diatas batu teras rumah,
serta secangkir teh hangat dan pisang goreng di sore hari.

Dirumah mungil,
yang kita tata bersama,
kita ceritakan kisah cinta pada anak- anak kita,
sambil memangku dan sesekali mengelus anjing- anjing kita.

Kita biarkan mata tetap terjaga dikala malam,
hanya untuk menikmati bulan sambil sesekali bercumbu mesra.

Bagian terbaik dimalam itu adalah,
saat kamu berkata,
"Bersamamu, aku tahu aku bahagia!"



Kepada harapan, Benar!
Kota Imaji, 14 Juni 2012
Paus

Jumat, 08 Juni 2012

Mungkin Sesekali (tuhan) Perlu Tertidur Nyenyak

Manusia yang seperti apakah, 
yang dibilang layak dihadapanmu tuhan?
Adakah yang lolos daripada tes kelayakan dan ujian emisi?
Begitukah? Lalu satu sama lain pura - pura mencari bukti.

Apakah kepada manusia yang mencongkeli matanya?
Atau yang menguliti badannya atas namamu?

Bukannya manusiamu mencoreng dan menjadikan namamu sebagai tameng?

Apa yang samar sekarang begitu terlihat jelas?
Tak usah malu karena tak pakai baju.
Apa yang terlihat jelas dipaksa harus dimengerti, dipahami, dan dimaklumi!

Kita berubah beringas!
Tak ada seorang-pun yang mau dianggap binatang!
Tetapi lebih senang menganggap saudaranya lebih rendah daripada binatang.

Rendahlah dari yang direndahkan!
Mulialah seperti yang dimuliakan!

Aku benci teori,
sayangnya praktek juga pakai faktor harap maklum.

Kalau hanya karena tuhan saja,
manusia menjadi sombong dan saling hujat,
aku rela tidak punya tuhan.

Tapi suatu saat kamu akan bilang aku tolol,
hanya karena membaca tulisan ini.
Maka genaplah kalau kita (manusia) memang benar sombong.


Kota Bisu, 07 Juni 2012
Paus

Selasa, 05 Juni 2012

Mereka Bilang Aku [k o t a k]

    Cacilah aku
    karena aku
[k o t a k]
    Kepalaku
[k o t a k]
    Mataku
[k o t a k]
    Telingaku
[k o t a k]
    Hidungku
[k o t a k]
    Mulutku
[k o t a k]
    Alisku- pun
[k o t a k]


    Tubuhku
[k o t a k]
    Tanganku
[k o t a k]
    Kakiku
[k o t a k]
    Kukuku
[k o t a k]
    Bahkan kelaminku-
    pun
[d i k o t a k]


    Jiwaku
[k o t a k]
    Ragaku
[k o t a k]
    Rohku
[k o t a k]


Aku menyandang label,
dan terstampel dengan manis.


    Baku hantam
    karena
[k o t a k]
    Bentrokan
    karena
[k o t a k]
    Iri dengki
    karena
[k o t a k]
    Suatu hari
    menangis- i
[k o t a k]


Adakah yang bisa kulakukan?
Saat aku tahu aku-pun mati di dalam
[k o t a k]




Kota Bisu, 4 Juni 2012
Paus

Senin, 04 Juni 2012

(Me)reka para (Pe)reka

R e k a
Reka

Rekaan R e k a a n
    Reka reka
Di-
Reka ulang

Me-
Reka reka

me-reka.
ter-reka.

rekarekakurekareka
rekaankutaktereka
    rekakukakureka
tereka.


rekaan yang direka
terekarekaulang.


    apapundireka.
rekayasa.

hatiku direka,
dan otakku mereka.

    aku diam, tak
        punya daya reka.



aku-pun terekayasa menjadi rekaan (me-reka).

    Dan akhirnya pura- pura bodoh untuk sementara,
    sampai batas waktu yang belum ditentukan,
    karena kalau tidak bisa pura- pura bahagia,
    aku masih bisa pura- pura bersikap wajar.



Kota Bisu, 29 Mei 2012.
Paus