Selasa, 27 Desember 2011

Vespa dan Kamu

Kamu tahu apa persamaan kamu dengan vespa?
Sama sama seksi, dan sama sama lebih baik.

Bagi saya, kamu adalah imajinasi.
Yang terus hidup, dan harus terus dilakukan supaya sembuh.

Lebih baik juga naik kamu.




Pinggir ibukota, Desember 2011
Paus

Minggu, 25 Desember 2011

Seribu Origami

Kami membicarakan origami hari itu,
saya memang sangat menyukai origami,
dan tidak lagi bicara hubungan kecocokan.
Saya bersikap dingin, kita tahu sama tahu.

Akhirnya, kami selesaikan seribu origami.
Kami tuliskan setiap kecil harapan.
Sederhana sekali, sangat sederhana.
Setidaknya kami percaya harapan.

Hari itu, kami gantung seribu origami dipohon pohon
Seperti biasanya dia tahu,
pohon membuat saya merasa menjadi musisi post rock yang hebat.
Jika malam tiba, kami menikmati seribu origami bersama kunang kunang.

Kami menikmati seribu origami, 
secercah cahaya,
segenggam harapan,
dan berjuta kepercayaan.
Sederhana, sampai mati.



Terima kasih untuk origaminya,
Pinggir ibukota, Desember 2011
Paus

Sabtu, 24 Desember 2011

Kepada Benar di Hari ke Enam

Entah mengapa, sangat menarik,
dan seperti sangat ingin dimengerti lebih jauh.
Katanya saya terlalu banyak mengucapkan "saya",
untuk orang yang "pintar", dia lebih tau siapa "saya"

Aneh, sangat aneh,
Apa dia suka sesama jenisnya?
Saya ingat nara dengan prinsip ideologinya.
Sama persis, keras tak dapat diganggu gugat.

Apa yang sebenarnya begitu menarik dari kamu, Benar?
Sesederhana perasaan ini.
Sangat sederhana, kita cukup tahu sama tahu.
Bukannya sudah saya bilang? Saya benar lelah.


Saya mendapati kamu dingin, padahal kita tahu sama tahu.
Sudahlah Benar, biarkan saya mengerti dengan pengertian saya.
Pura pura wajar, tidak pernah berguna didepan saya.



Apa kita harus pura pura tidak tahu, Benar?
Pinggir ibukota, Desember 2011
Paus

Kamis, 22 Desember 2011

Kepada Benar

Benar, apa kamu bohong dan menyembunyikan sesuatu?
Saya lelah, berjalan tidak pernah ada gunanya. setidaknya untuk perjalanan kita
Hari ini, jodoh jahat dan tidak memeperdulikan kita
Entahlah, kita memang sudah lelah, harusnya berhenti saja.

Benar, kamu bilang suka rambut saya?
Itu bohong, dan kamu malah bersembunyi dibawah buku
kamu bilang ingin jadi peluru, seperti kata wiji thukul.
ada yang bilang, apa gunanya baca buku kalau mulutmu diam bungkam?

Benar, caramu sangat lugas. aku bingung
Kemanakah jalan? 
biarkan saya mencintai kamu dengan cara saya.
jangan dengarkan hati, kita terlalu lelah

Saya benar hanya mencari sesuatu yang sederhana dan apa adanya.
yang saya lihat pertama kali ada pada kamu.



Saya cari kamu, Benar
Pinggir ibukota, Desember 2011
Paus

Rabu, 21 Desember 2011

Saya dan catatan kecil tentang "benar"

Saya suka dia, jelas! waktu itu kami tabrakan.
Dia bilang tahu saya, entahlah.
Saya suka dia, jelas! itu pertama kali.
Dia bilang sudah lama, entahlah.


Dia hanya seseorang penuh kebenaran dalam analogi saya.
saya mengagumi karena mungkin kami cocok.
kacamatanya persis dengan punya saya.
walau tidak pernah berhubungan dengan kecocokan.

klasiknya, saya bingung
sejogjanya aneh dan sangat aneh
suasana kaku, kikuk, dan susah mencair
ada sesuatu



Saya selalu mencari sesuatu yang sangat apa adanya dan sederhana,
Pinggir Jakarta, Desember 2011
Paus

Jumat, 16 Desember 2011

Kepada Mak

Ini malam kedua saya tidak tidur,
membuat badan terasa sangat nyeri,
dan mata seperti membawa buah semangka pada kelopaknya.

Malam ini saya duduk bersama teman saya,
melakukan tanggung jawab yang katanya standar kompetensi,
serta menikmati secangkir air putih yang sudah sedemikian dingin karena cuaca.
dan saya hanya pasang telinga sambil mengepul rokok,
ketika dia bercerita tentang sesuatu.

Teman saya bercerita tentang gubuk reot dan loteng rahasia ,
dia menceritakan lelaki, entahlah saya tidak ingin terlibat lebih dalam.
Kami semua bersahabat, lalu bagaimanakah jika ada parasit diperasaan?
yang saya tahu itu bukan gubuk reot, melainkan gubuk ragu.

Mengapa bimbang? seperti berjalan diatas seutas tali,
maju mati, mundur juga jatuh.
Yang saya sadari hanya apapun yang kita lakukan tetap manis,
diatas loteng rahasia lelaki itu, bersama coklat panas bukan?

Ah, kita terlalu sering menimbang,
kita terlalu sering berpikir panjang,
kita juga terlalu sering membatasi diri sendiri,
apa gunanya perasaan tertekan jika kita terpaksa pasrah?

Lelaki itu, yang membuat dia menangis hampir disetiap ceritanya,
saya bisa lihat dia memang benar suka.
dan yang saya sadari hanya jika ingin bahagia,
kita terpaksa mengorbankan kebahagian orang lain atau bahkan perasaan sendiri.

akibat kurang santaipun kita bisa mnenyakiti diri sendiri.
berlarilah biar sembuh.



Kepada Mak
Kota Imaji, Hujan di Desember 2011
Paus

Minggu, 11 Desember 2011

Hari ini Tentang Siapa Saya #2

Ini bukan puisi,
juga bukan prosa.
saya tidak tahu apa itu syair,
dan saya bukan penyair.

saya bukan penulis,
maupun penjual pukis.
saya juga bukan penulis amatir,
apalagi profesional.

saya hanya debu,
debu pada kipas anginmu,
yang nanti malam siap gerilya,
masuki rongga parumu dan berdiam disana pelan pelan.

saya menulis hanya karena ingin,
jangan baca saya melalui tulisan saya.
karena sejujurnya saya tidak pernah ada disana.

saya memang debu,
debu pada sepatumu,
yang siap ikut terinjak,
saat kamu melangkah pergi kedunia luar.

jangan terhanyut di dalam sini,
karena sekali lagi, debu adalah bagian terkecil.




Kota Imaji, Hujan di Desember 2011
Hari yang baik untuk membersihkan debu.
Paus

Kamis, 08 Desember 2011

Lelaki Asing Tanpa Nama

Siapakah gerangan dirimu, hai Lelaki Asing Tanpa Nama?
Mengapa selalu mengikuti aku kemana aku pergi?
Lelaki yang memperhatikan aku saat aku bermain hujan,
atau saat aku melihat pohon - pohon kuning dan menciumi bau badannya.

Siapakah gerangan dirimu, hai Lelaki Asing Tanpa nama?
Mengapakah kamu tidak memiliki nama?
Dan setiap hari kamu selalu membaca tulisanku,
dan kamu berkata "sangat menarik".
Lalu mengapa tidak menjelaskan dirimu?

Lelaki ini, selalu menyempatkan dirinya,
sekedar mengirim surat pendek,
walau kosong.
menyempatkan dirinya hanya untuk mengirim ikan kecil
seraya berkata "apa kamu kehilangan sesuatu?"

Lelaki yang bernyanyi bersamaku
walau nada ini terdengar aneh
Ah, kamu ini siapa?
mengapa saat aku melukispun kamu ada dibelakangku?

gerak gerikku, bahkan bagaimana cara aku makan,
atau saat aku merokok.
Sikap yang aneh namun aku terhanyut
dan kamu hafal apa kebiasaanku

kita mulai dekat
dan aku merasakan kita satu
karena kita adalah bayangan.



Kota Imaji, 25 November 2011
Paus dan hitam