Senin, 31 Oktober 2011

Bagaimana caranya menikmati hidup?

Dunia yang saya ciptakan, membuat diri saya sendiri bingung.
saya tidak berbicara dengan filosofi
hanya benar bahwa ada tekanan dibawah kepala saya
yang membuat saya merasa harus menghentikan semuanya

saya harus berhenti
entah benar atau tidak
bahkan walau saya tahu saya sudah melangkah setengah jalan, bahkan lebih
tekanan ini membuat hati saya pecah

jangan hidup dibawah tekanan seperti ini
lebih baik mati tidak terhormat
tekanan yang entah saya ciptakan atau diciptakan dunia
lucu sekali, mati karena tekanan
menyerah karena tekanan
kalian pasti tau siapa "tekanan"?
ya'kan?

jangan dibuatnya menyerah
seperti saya, bingung dan bimbang
sepertinya harus menyelesaikan semuanya
saya berjuang keras sampai darah menetes dihidung saya
tapi tekanan membuat saya bermental tempe
walau katanya makan tempe bukan berarti bermental tempe

hei! semoga tidak pernah dalam keadaan seperti ini
jangan seperti saya, ditekan dari segala arah
mati sesak nafas, menangis,
dan menyerah karena tekanan




Segala pisuhan manis untuk tekanan,
Kota Imaji, 30 oktober 2011
Paus

Jumat, 28 Oktober 2011

Surat Kepada Hilang

Minggu , 15 Oktober 2006

Surat kepada hilang

Kamu bagai angin, tidak dapat disentuh
Kamu bagai pelangi, indah,
tapi terlalu sakit untuk dipandang
Kamu juga bagai ombak, tenang dilihat,
tapi menghancurkan bila diterjang olehnya!

Kamu bagai mimpi, tak nyata, tidak dapat diraih,
tapi menyenangkan mengkhayalkannya
Kamu bagai udara segar yang selalu kuhirup,
tapi juga bagai panas yang selalu membakar jiwaku
Kamu adalah inspirasi yang tak pernah mati
hanya ada lukisan, tulisan, dan fotonya menghias kamarku
tapi kurasa sulit digapai

Kamu bagai puncak gunung, sulit didaki,
tapi bernyanyi dan tenanglah saat kau mendakinya
Kamu bagai tuts piano yang didengar sangat merdu
tapi sangat sulit memainkannya

kamu bagai lautan sangat sulit ditaklukkan
butuh tenaga ahli untuk menenangkan dirinya,
karena aku tak bisa.




Kepada teman saya, Adhitya Tri Nugraha.
Saat saya benar menemukan buku buku lama saya,
mengasikkan mengingat kebodohan yang tak sengaja (pernah) dilakukan.
Kota imaji, 09 Oktober 2011
Paus

Rabu, 19 Oktober 2011

Orang ini Bernama Kattotosi

Lelaki ini bernama Kattotosi,
Wajahnya sangat halus,
ingin sekali memegangnya dan merasakan nikmat sampai berkedut.
Rambutnya ikal panjangnya sedada,
dan ingin sekali membelainya manja.

Katto,
Alisnya tegas,
rahangnya keras,
Hidungnya mancung,
dan bibirnya tipis.
Saya bahkan bisa merasakan hangat bibirnya dalam khayal.

Katto,
Sikapnya lucu,
kekanakan dan aneh.
Saya memperhatikan kejahilannya.
Saya tergila gila sama kamu.

Katto,
Badannya sangat seksi,
saya bisa merasakan pelukannya dalam khayal.
Kamu sangat menggairahkan,
terutama bagian bokongmu.

Katto,
membuat nafas saya berhenti,
saat mencium bau badannya.
dan memejamkan mata saya hanya untuk merasakan nikmatnya,
sampai sedikit basah.

Katto,
saya bisa pingsan saat kamu melihat mata saya,
gayanya membuat hati berdebar.
terutama saat kamu mabuk.
saya tidak melihat kelebihan apapun dari kamu,
kecuali membuat nafsu.



Pohon dan cahaya matahari menjadi saksi bisu,
saat pandangan kita pertama kali tabrakan.
Kota Imaji, 15 Oktober 2011
Paus dan teman pohon beringin laut

Selasa, 18 Oktober 2011

Disebut Identitas Oleh Sebagian Orang, Saat Orang Lain Mengetahui Adanya Konspirasi Dalam Diri Orang Yang Dikaguminya.

Disebut Identitas Oleh Sebagian Orang, Saat Orang Lain Mengetahui Adanya Konspirasi Dalam Diri Orang Yang Dikaguminya.



Lelaki senja,
kata katamu seperti alunan musik blues,
sangat nikmat sampai saya tidak bisa berhenti memikirkannya.
Dini hari tadi kamu bercerita tentang berhubungan,
lebih tepatnya berhubungan intim.

Anak bodoh ini membuat saya tertawa sepanjang hari,
sangat lumrah, normal serta manusiawi.
Seperti kebiasaan saya yang suka kentut,
sangat manusiawi.
Dan dengan embel embel kewanitaan,
itu menjadi sangat tabu didepan teman lelaki saya.

Lucu sekali, saya bahkan tidak pernah berpikir sejauh itu.
Entah apa yang dia pikirkan waktu itu.
Pria ini memang membuat saya sedikit lepas kendali,
seperti pitbull yang melihat kucing.
Tapi saya tidak pernah berpikir saya akan bercinta dengan lelaki senja,
kamu tahu sendiri bahwa saya sangat mengagumi dia?
Seperti inspirasi yang tidak pernah mati.

Saya melewati bulan yang panjang untuk memikirkan nafsu,
dia bilang saya harus berhenti masturbasi.
Dan saya jawab oh-nanny juga nikmat bukannya?
saya bahkan belum menemukan titik terang dalam hal ini,
dan lelaki senja ini terlalu sempit seperti sepatu baru.
Entahlah mungkin dia sangat berharap melakukannya bersama saya.
Bukan begitu, Lelaki senja?



Kepada Lelaki senja yang cabul,
Kota Imaji, 16 Oktober 2011
Paus

Senin, 10 Oktober 2011

Cerita Teman Imaji

Teman imaji,
Pagi ini,bersama secangkir teh dan kopi hangat
disaat orang lain bangun dari tidurnya yang lelap,
kami bahkan belum tidur, tentang tugas duniawi dan kewajibannya

Teman imaji,
berjalan bersama beriring senada
tapak kaki kami tertempel debu yang sama
entah apa isi debu itu, entah ludah, tai kucing, bahkan butiran kaca
tetap tidak mengoyahkan angan dan kegilaan kami
kegilaan teman imaji

Teman imaji,
saya tidak pernah peduli tentang analogi tabur tuai
peduli ya peduli
bijaknya jodoh mempertemukan
orang orang sederhana dengan pikiran yang mewah
bukan mendekati karena kepentingan

Teman imaji,
tawa(mu) tawa(ku)
tangis(mu) tangis(ku)
gila(mu) gila(ku)
lebih jauh dari pada itu, jiwa kami satu
kata orang besar " satu terkadang kurang, dua terkadang tidak cukup"

sialnya jodoh ada pertemuan ada perpisahan
beruntungnya punya ingatan
sampai tua tetap ingat, ada begitu banyak kenangan gila di Kota Imaji

semoga tidak (akan) pernah amnesia
karena kamu harus tahu betapa berartinya kamu buat saya.



Kepada seluruh teman imaji,
Kota Imaji, 10 oktober 2011
Paus senang bermain kapas