Jumat, 30 September 2011

-

Jika kemaluan(mu) dapat berbicara, kira - kira apa yang akan dia bicarakan?


Kota Imaji, saat dunia membuat kepala saya berputar - putar
30 September 2011
Paus

Minggu, 25 September 2011

Koma (,)

Kamu selalu bangga menjadi manusia normal koma(,)
tapi ternyata kamu dan mereka yang kamu bilang normal itu koma(,)
sangatlah mengerikan tanda seru(!)


Kepada kamu yang melakukannya agar terlihat normal koma(,) selamat tanda seru(!)
Kota Imaji, 25 September 2011
Paus

Sabtu, 24 September 2011

Bicara

Bicara,
mari bicara tentang kamu,
bicara tentang kebebasan saya menyukai kamu,
jangan batasi saya dengan cara apapun,
adalah hak saya untuk menyukai kamu selamanya,
dan kamu tidak pernah punya hak untuk membuat saya melupakan kamu.

Bicara,
mari bicara tentang apa saja,
tentang kesederhanaan yang ternyata sebuah kemewahan.
seperti alam, sederhana namun sangat mewah.
Saya tidak sedang berfilosofi dalam tulisan saya,
ya! saya membicarakan apa yang ingin saya bicarakan.

Bicara,
walau katanya sombong,
lebih baik bicara depan mata, daripada berbohong dibelakang.
Bicaralah, mengenai kebebasan.
Saya tidak percaya tentang aturan,
pertanyaannya aturannya siapa?
Apa menyukai seseorang harus meminta ijin terlebih dahulu?
Kamu pasti berpikir ini tentang seseorang?
Bukan, saya bicara tentang kamu.



Kepada kamu yang sedang membaca tulisan ini, saya menyukai kamu!
Kota imaji, 24 September 2011
Paus

Kamis, 22 September 2011

Namanya Tuan Antilope.

Namanya Tuan Antilope,
kami bertemu dipinggir jalan beberapa waktu lalu
kami tidak pernah saling kenal.
Hanya setiap hari kami bertemu dipinggir jalan yang sama. 
Dan begitu seterusnya.

Namanya Tuan Antilope,
wajahnya sangat tampan, dan otaknya cerdas
aku suka berkhayal mengenai lembut wajahnya
bagian yang paling aku suka adalah rambutnya yang panjang
sangat istimewa dan menarik perhatian

Namanya Tuan Antilope,
larinya kencang, sikapnya santun, tapi tidak ramah
dia inspirasi buat dunianya
gaya merokoknya sedikit meluluhkan 
aku paling suka bagian pengepulan asap

Namanya Tuan Antilope,
tinggal disebuah rumah sederhana dengan beberapa pohon cantik
sangat ingin kenal lebih dekat dan menjadi teman(imajinasi)nya.
bagian ternikmat karena aku tau dia naik skuter
termasuk cerdas visual

Namanya Tuan Antilope, 
Selamat berteman!



Kepada Teddy Karas Onyszkow.
Saat waktu sangat sempit untuk lenggang, layung senja.
Kota Imaji, 22 September 2011
Paus




Selasa, 20 September 2011

Beri dan Tahu

Nama saya Kala,
tepatnya Kalasarnis.

Saya tidak pernah diberitahu mengapa nama saya Kala?
Saya tidak pernah diberitahu mengapa saya dilahirkan?
saya tidak juga diberitahu apa tujuan hidup saya?
Saya tidak tahu mengapa saya harus mencari?

Saya tidak diberitahu mengapa mata saya bulat?
Saya tidak diberitahu mengapa hidung saya kecil?
Saya tidak diberitahu mengapa warna rambut saya merah?
Saya juga tidak tahu mengapa bibir saya besar?

Saya tidak diberitahu mengapa saya harus menjalani hidup seorang diri?
Saya tidak diberitahu mengapa badan saya begitu besar dengan kepala yang kecil?
Saya tidak diberitahu mengapa saya hidup sampai sekarang?
Saya memang tidak tahu mengapa sampai sekarang,
saya tidak tahu siapa orangtua saya?

Saya tidak pernah diberitahu mengapa saya harus mengerti?
Saya tidak pernah diberitahu mengapa saya harus bijak,
atau ikhlas, dan tidak egois?
Saya benar tidak pernah diberitahu.

Saya tidak pernah tahu apa itu etika?
Saya sedikit bingung dengan sensitifitas?
Saya bahkan tidak tahu apa itu idealisme?
Apa benar saya seorang sanguin?
Saya benar tidak tahu.

Saya tidak pernah diberitahu mengapa,
sahabat saya begitu mudah menyakiti perasaan saya?
Saya tidak pernah diberitahu bagaimana cara berpakaian yang layak untuk manusia?
Saya tidak pernah diberitahu bagaimana cara menyapa orang tua?
Saya tidak diberitahu.

Saya tidak tahu apa itu imajinasi?
dan bagaimana cara memakainya?
Saya tidak pernah diberitahu bagaimana cara mencintai orang lain dengan benar?
Saya tidak pernah diberitahu bagaimana cara mencari fakta bahwa saya manusia?
Saya seperti manusia? atau memang hanya seperti?

Saya tidak pernah diberitahu bagaimana cara menghargai orang lain?
Saya juga tidak pernah diberitahu bagaimana menjadi kakak yang baik,
atau anak yang berbakti?
Saya tidak tahu mengapa harus hidup dan mencari.

Jika mencari, lalu berlari, saya harap masa lampau bisa membuat saya tertawa.
Lalu jangan terlalu banyak tahu, banyak tahu bisa membuat saya sombong.
Karena memberi dan tahu kadang tidak cocok direalitas.




Kota Imaji, 19 September 2011
Saat menemukan buku harian lama saya yang berdebu dikamar.
Paus

Selasa, 13 September 2011

Sepotong lirik kata kepada Sol sepatu dan nada kotak musiknya

Selamat malam, Sol sepatu!
Begini, derap langkah saya melalui jalan setapak malam ini
bagaimana menjelaskan euforia dalam kepala?
dada saya berdebar debar
sedang saya melihat kamu dari jauh
diatas panggung kharisma memang keluar
setidaknya kamu bintang dihati saya
bagaimana cara menjelaskannya kepada kalian?

melihat dari jauh saja saya sedikit puas
dengan rambut terkuncir seadaanya
dengan kaus coklat membuat kamu memang tampil sederhana
iya sangat sederhana
sesederhana perasaan saya
jangan pernah tanya mengapa saya menyukai kamu?

bukannya kita tidak pernah tahu apa itu cinta?
iya katanya jatuh cinta itu biasa saja
entah bagaimana rupa saya waktu tangan kita berjabatan
dan saya tidak peduli bagaimana saya
mata saya hanya terpaku pada senyum kamu
kalau ada umur, kita pasti ketemu lagikan?

saya bukannya agresif,
saya hanya sedikit lebih frontal dari orang lain untuk kamu.
kalau tidak setuju,
segera beritahu saya bagaimana caranya menahan perasaan?




(Saya tidak bisa bikin lagu baik seperti kamu,
saya hanya suka menjelajahi kamu dengan kata.)

Jalan setapak di Kota Imaji, 11 September 2011
Paus

Sabtu, 10 September 2011

Surat kepada Sol Sepatu.

Kepada Sol Sepatu, di hari ke sepuluh

Sol sepatu, Apa kamu tau sangat sulit menemukanmu?
walaupun dalam terang.
Malam itu, sebenarnya saya datang, saya lihat kamu
saya memang sengaja dan ternyata kamu memang tidak melihat saya

Sol sepatu,ini hari kesepuluhkah?
membawa kenangan dikota kunang kunang
dan jelas dikota imaji
kamu membuat saya tergila gila (gila)

Sol sepatu, saya harus cari kamu dimana?
ternyata itu memang benar, kupu kupu itu jangan dikejar
tapi duduklah dengan manis, maka dia akan hinggap dipundakmu

Sol sepatu, ini hari kesebelas!!
kita bertemu di jalan menanjak dua kali
entah bagaimana cara saya mengenali kamu.
bukannya sangat sulit menemukan kamu?
bukannya kamu teka teki?

Sol sepatu, saya memberimu sesuatu
hanya sebagai tanda pertemanan
walaupun ternyata saya mencari kamu dengan mata tertutup
yang saya tahu ternyata waktu masih bisa menyembuhkan luka kelam



Terima kasih Sol sepatu, tetap baik!
Kota Imaji, 09 September 2011
Paus

Selasa, 06 September 2011

Ter(baca)

Rasanya seperti bermain api
dan gampang terbaca/
apa maksud perjalanan ini
apa akibatnya//

memang selalu gampang terbaca/
namun diulang ulang//
keropos hatinya/
gampang terdulang//

akibatnya jika tidak terbakar
pasti mati//
sangat mudah dibaca dibaca di(baca)//
juga dicerna//

saya lelah
begini/
mudah diraba/
mudah dirasa akibatnya//

gampang terbaca
terbata
tertaba
barata//

jika ini terjadi lagi
rasanya habis/
biasa saja/
saya hanya bermain//

jatuh cinta memang biasa saja
biasa saja//
tapi bermain
mudah dibaca baca (baca akibatnya)//




Sedang tidak jelas dan samar otak(ku)nya
Kota Imaji
06 September 2011
Paus yang mudah mem(baca)

Sabtu, 03 September 2011

Kucing

Kucingku bermuka kucing

    Kucingku
    k u c i n g k u
    KUCINGKU
    kucingku


Saya memang suka kucing

sayang kucingku-cing-cing
        KUCINGKUCINGKU
bermuka k u CING
bermuka k u CING


Kucing yang bermuka kucing.



Kota kunang - kunang,
01 September 2011
Paus yang sangat menyukai kucing

Surat pendek, saat hati kami kelam.

Malam ini seperti mengulang masa lalu,
dimana malam saat kami mendengar dengan mata,
melihat dia mesra dengan wanita dalam dunia mayanya.
Hey! hati kami remuk. Sama seperti dulu saat Senja menyakiti.

Kami terlalu bodoh untuk menjadi se-sensitif ini.
Atau kami memang bodoh?
Apa ada yang tidak (pernah) mengerti maksud kami?
Dan lalu memang ternyata selama ini kami hanya berdialog sendiri.

Apa kami lupa bagaimana caranya menangis?
Ya, kami memang kacau, dan kalut.
Kami tidak memangis,
tapi dihati rasanya ada seonggok tai kering yang mengganjal.
Ah, malam ini lagu Islandia membuat gila.

Lima menit kemudian kami memang menangis,
sampai tertidur..





Kami hanya membuat semuanya kacau dan tetap menjadi tolol,
beritahu saya dimana obat untuk menyembuhkan ketololan.


Surat pendek, saat hati kami kelam.

Kepada Sol Sepatu,
Dini hari, 03 September 2011.
Paus dan segala ketololannya.

Jumat, 02 September 2011

-

Gunakanlah Bahasa Indonesia yang benar, tetapi jangan yang baik!
Seperti kebanyakan orang jaman sekarang, Tolol.

Tolol seperti saya, rasanya saya ini memang mengendapkan kepala dibawah bantal
karena kelam, Monyet.

Tebak apa?
Jika terbang terlampau tinggi saat jatuh luar biasa membuat emosi, Anjing, Anjing.

Berharap memang bangsat.
Kalau kamu minta pengertian memang salah tempat, Babi.

Bukan salah saya karena ke-frontalan saya,
hanya karena reaksi berlebihanmu membuat saya mual.

Pria banyak tingkah itu lebih baik mati.



(Lebih baik dibaca dengan mengunakan tanda bacanya)
Kota kunang - kunang,
02 September 2011
Paus

Kamis, 01 September 2011

Dengar dengan Mata

Tempat ini, dimana pohon pohon berbaris beraturan - kadang berserakan.
Saya beritahu disini sangat mengasikkan!

Rasanya seperti mendengar mereka dengan mata.
Dan pohon selalu membuat saya merasa seperti musisi Postrock yang hebat!

Sama seperti melihat punggung Pangeran itu, 
saya menyebutnya Mr. Bean karena dia sederhana dan sedikit bodoh.
Bersama dia memang menjadi diri sendiri dan bukan orang lain.
Dia seperti pohon walaupun dengan arti yang lain.

Saya tak pernah dengar suaranya tapi dengar dia dengan mata..


Hutan di Kota kunang - kunang
01 September 2011
Paus