Minggu, 25 Desember 2011

Seribu Origami

Kami membicarakan origami hari itu,
saya memang sangat menyukai origami,
dan tidak lagi bicara hubungan kecocokan.
Saya bersikap dingin, kita tahu sama tahu.

Akhirnya, kami selesaikan seribu origami.
Kami tuliskan setiap kecil harapan.
Sederhana sekali, sangat sederhana.
Setidaknya kami percaya harapan.

Hari itu, kami gantung seribu origami dipohon pohon
Seperti biasanya dia tahu,
pohon membuat saya merasa menjadi musisi post rock yang hebat.
Jika malam tiba, kami menikmati seribu origami bersama kunang kunang.

Kami menikmati seribu origami, 
secercah cahaya,
segenggam harapan,
dan berjuta kepercayaan.
Sederhana, sampai mati.



Terima kasih untuk origaminya,
Pinggir ibukota, Desember 2011
Paus