Kamis, 30 Agustus 2012

Terima Kasih, Bahari!


 
aku berada dimana cakrawala hanya sebatas garis
dan aku merasa tak melihat ujungnya
lalu kupastikan warnanya hijau keperakan
dan berbau khas
mengugah hati
membuat perasaan ngilu
tangisku bahagia
mereka ciptakan irama
dengan nafas beraturan
menjadi musik terindah berlimpah debur
putih dan menyerupai spiral spiral abstrak
kadang seperti kamu
bersifat labil dan tidak mudah kutebak
seperti setitik mimpiku
dimana pohon tak pernah mengeluh karena ulah
atau pasir yang bersedia menyisir rambut panjangku 
kulihat tuhan diantaranya
aku berada dimana tak kulihat curiga pada mataku
kulihat sebongkah harapan
kulihat cinta tak terhingga
kulihat tuhan tersenyum
aku dan kamu
sesungguhnya kita tak pernah kekurangan
kita akan baik baik saja
selamanya 








Kamis, 23 Agustus 2012

Hari ini, Tentang Siapa Saya! #4


aku membunyikan genta di dasar relung
agar aku ingat aku selalu kecil
sadar menampar wajah
kubiarkan saja mukaku memar
aku adalah misi
pada tiap tiap lekuk lekung bait
kucari setiap nada
yang terkadang fals dan kehilangan irama
aku adalah mamalia
yang hidup kepada lemak
dan yang mati meninggalkan jasad
kadang aku terlalu telanjang
kadang pula terlalu terlarut
aku lupa tiap angin tak bisa jadi butir
dan pasir jadi desir
aku pernah lupa perasaan kecil dari bahagianya mencintai
dan sekarang
hari ini
aku lupa setiap rangkai huruf punya nyawa
dan setiap kata memiliki perasaan
dan setiap kalimat mengandung kamu
aku menghujatmu dengan egosentris
saat aku pukul gentaku











Rabu, 22 Agustus 2012

Pemahaman Ukuran Pantas



kamu bilang kamu cinta
anggap saja aku buta
aku mencintaimu apa adanya
lalu kamu meninggalkan aku seadanya















Minggu, 19 Agustus 2012

Dentang di Sore Terbenam

jangan bilang bilang aku dilalang
aku tak tahu kamu dikarang
tak pernah saling melarang
asal kita pintar mengarang
kalau abang pikir ini ajang
aku dibilang bajang padahal aku bangkang
kita saling menusuk dari belakang
selalu ada dalang disetiap curang
padahal bagiku kamu gilang
tapi mengapa kali ini gersang?
apa ini ujung dari tarung?
bahkan usung dari untung?
sepertinya aku selalu rundung
dalam puisi sandung sanjung
tak pernah ada yang terselubung
padahal semua bersinambung
seperti kamu payung aku palung
kita berdua tak pernah murung
walau jantung ini huyung
mari pastikan ada cinta disetiap gelembung!













Rabu, 15 Agustus 2012

(".........")


Ég mun virkilega sakna þín á hverju ári,

svo sem þurrka áfram að bíða eftir rigningunni

Ég myndi virkilega bíða eftir þér í hvert skipti

eins og til að skilja sannleikann

en ég mun ekki fara inn í framtíðina,

og talaði um það alla leið

þar til að lokum afsökunar að forfeður.











Sabtu, 11 Agustus 2012

Sayang

sayang aku bergerayang
mengerayang
dan menerawang awang
aku bergoyang 
bergoyang karawang
terbang tinggi melayang
sampai ke awan
sayang aku mengarang
mengarang dangkalmu
pakai arangku
sayang aku pakai tawang
dari darahmu dekat genderang
apa kita di ambang?
aku tahu kamu bimbang 
tak berbentang bincang
siapa bilang kita binatang?
aku gamblang kamu gamang
tapi kita bukan gampang
sayang kita tak pernah curang
sampai kita dikerubungi rangrang
aku rentang kamu rangsang
tapi kita tak berakhir di ranjang
sayang disini diremang rindang
kamu bukan cuma punya seruang





 
 



Jumat, 03 Agustus 2012

Sampaikan Salamku Kepada Green Canyon

kita lupa pulang
semenjak bernanah disana
kita huru hara
berhura hura disana
kamu besar kepala 
lalu aku tangkap kamu pakai jala
kita deru pada ombaknya
kita dera pada rimbanya
kamu besar kepala
lalu berlalu karena palu
kemana kita pulang?
kamu ke barat
aku ke timur
lalu digugat berkarat
telefon genggammu rata
sedang pulsa menata
kita cuma membaca
kita butuh linggis 
untuk mengikis
dan aku lupa menangis
kapal kita belum berlabuh
pasir tak lagi butir
sedang kita melipir
kita pergi sekali lagi
lalu bercakap pada mimpi
aku bukan gelas
kamu bukan air
kita tidak pernah mengisi
kamu tak pernah bersuara
kalau kulakban dengan sara
kita putar kaset
lalu tidur diatas keset
kamu dan aku tahu
kita hijau dan meracau 
kita pangkalan
dan juga sejalan
sampaikan salamku pada green canyon
kalau kamu mati duluan