Kamis, 30 Agustus 2012

Terima Kasih, Bahari!


 
aku berada dimana cakrawala hanya sebatas garis
dan aku merasa tak melihat ujungnya
lalu kupastikan warnanya hijau keperakan
dan berbau khas
mengugah hati
membuat perasaan ngilu
tangisku bahagia
mereka ciptakan irama
dengan nafas beraturan
menjadi musik terindah berlimpah debur
putih dan menyerupai spiral spiral abstrak
kadang seperti kamu
bersifat labil dan tidak mudah kutebak
seperti setitik mimpiku
dimana pohon tak pernah mengeluh karena ulah
atau pasir yang bersedia menyisir rambut panjangku 
kulihat tuhan diantaranya
aku berada dimana tak kulihat curiga pada mataku
kulihat sebongkah harapan
kulihat cinta tak terhingga
kulihat tuhan tersenyum
aku dan kamu
sesungguhnya kita tak pernah kekurangan
kita akan baik baik saja
selamanya