Rabu, 21 Agustus 2013

Perempuan ini


perempuan ini
hidup dalam kamar
membawa sedikitnya sebuah apel
untuk sarapan paginya
yang menjatuhkan sisirnya
saat ia menguncir asal
rambutnya yang hitam panjang
jubahnya penuh perasaan haru
yang sama sekali tidak membiru
giginya ditambali dengan kawat-kawat manis
senyumnya buruk sekali

perempuan ini
yang suka berlari dengan sepatu kets lubang delapan
sambil menggesekan badannya ke genangan air
berwarna coklat dari tanah yang basah
dan sibuk mencari udang-udang kecil
di got-got yang semeter dalamnya
ia sendiri tahu
bahwa udang tak pernah hidup di tempat itu
aneh
bertopi penyihir
dan berdandan menor
seperti sebuah parodi
romantika cinta
yang lupa merajam
dicincangnya kecil-kecil hatinya
lalu menjadi umpan
memancing udang

kita tahu
perempuan ini
ia mengelap langit-langit kamarnya
dan memakani lampu yang redup
sisa tenaganya berkurang setiap hari
tapi ia bahagia
hidup sederhana walau dengan apa
ia letakan percaya pada tumpukan baju kotor miliknya
dan pula dalam selimut
yang menghangatkannya malam hari

perempuan ini
menstruasi membuatnya tertekan
bahkan tamponnya dirasa cukup dari kulit kayu mati

ia tak ingin menyakiti siapa-siapa
perempuan ini
disebarnya suka
pada apapun
timur dan barat
kita tak pernah harus selalu
mengutarakan
seperti dulu
karena kamu juga tahu