Rabu, 05 Juni 2013

Setidak - tidaknya


aku adalah batu
yang kau lempari teriak setiap hari
aku adalah batu
kau hujani ludah mukaku setiap rabu
aku adalah batu
diantara tiga dan rabu
aku adalah ganjil
sudah kubilang
sudah kuberi tahu dari awal
tak jua kau simak aku
rupa-rupanya kamu pura-pura lupa
aku adalah mati
yang diberikan cuma-cuma
yang berdiri sehat atas kumpulan ketakutan
aku tak pernah menolak
kaki tanganku terbuka lebar-lebar
bukan persoalan tinggi-rendah
bukan pula sampai-tak sampai
atau yakin-tak yakin
tak pernah kuhitung-hitung
tak juga kuberi ukuran
aku tak pernah tahu luas jagad raya
tak kuhitung-hitung karena keingintahuanku
aku adalah anjing
karena sirius gubukku
aku bilang a
kamu bilang aku bilang b
jangan persalahkan aku atas bilanganku bilang a
kau sendiri yang berpikir bilanganku bilang b
aku adalah daki
gosok di pinggir-pinggir kerutan kulitmu
yang kau pikir nanti menghilang
aku adalah jamban
tempatmu buang tai
sungguh sayang
tak pernah kuhitung-hitung berat taimu
setidak-tidaknya
aku tahu
barang 1-2 detik dalam hidupmu
aku pernah ada
walau sudah lama kukubur manis keakuanku
setidak-tidaknya
aku tahu
barang 1-2 detik dalam langkahmu
kau temui aku di ujung-ujung dahan
di krikil-krikil jalan
lalu di penghujung malam

setidak-tidaknya
aku tahu

bahwa kamu tak pernah tahu

kalau sudah lama
penghapus papan tulis kapurmu
menghapus semua detail cerita
mencoba meniadakan raga
aku sudah gila




setidak-tidaknya
aku tahu

bahwa kau tak pernah tahu

kalau kutulis semua sembunyi-sembunyi
tanpa kau membacanya




setidak-tidaknya
aku tahu

bahwa kau tak pernah tahu

aku hanyalah batu




setidak-tidaknya
aku tahu

bahwa kau tak pernah tahu

yang kubutuh hanya obat putih lima mili




setidak-tidaknya
aku tahu

bahwa kau betul-betul tidak pernah tahu

aku gila karena manusia
badanku berkepribadian ganda




setidak-tidaknya
sudah kusampaikan semua



surat dari teman baikku,
dia gloria marty sasia untuk teman baiknya