Senin, 10 Oktober 2011

Cerita Teman Imaji

Teman imaji,
Pagi ini,bersama secangkir teh dan kopi hangat
disaat orang lain bangun dari tidurnya yang lelap,
kami bahkan belum tidur, tentang tugas duniawi dan kewajibannya

Teman imaji,
berjalan bersama beriring senada
tapak kaki kami tertempel debu yang sama
entah apa isi debu itu, entah ludah, tai kucing, bahkan butiran kaca
tetap tidak mengoyahkan angan dan kegilaan kami
kegilaan teman imaji

Teman imaji,
saya tidak pernah peduli tentang analogi tabur tuai
peduli ya peduli
bijaknya jodoh mempertemukan
orang orang sederhana dengan pikiran yang mewah
bukan mendekati karena kepentingan

Teman imaji,
tawa(mu) tawa(ku)
tangis(mu) tangis(ku)
gila(mu) gila(ku)
lebih jauh dari pada itu, jiwa kami satu
kata orang besar " satu terkadang kurang, dua terkadang tidak cukup"

sialnya jodoh ada pertemuan ada perpisahan
beruntungnya punya ingatan
sampai tua tetap ingat, ada begitu banyak kenangan gila di Kota Imaji

semoga tidak (akan) pernah amnesia
karena kamu harus tahu betapa berartinya kamu buat saya.



Kepada seluruh teman imaji,
Kota Imaji, 10 oktober 2011
Paus senang bermain kapas